REPORTASE, TJOKROISME.NET - "Sosialisme Islam untuk mencapai kesejahteraan di dunia dan keselamatan di akhirat, sebuah pemikiran Tjokroaminoto ini adalah konsep yang menggabungkan ajaran Islam dengan prinsip-prinsip sosialisme." Ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang Syarikat Islam Indonesia (DPC SII) Sukabumi, Iwang Wahyu, Sabtu (22/03/2025).
Hal tersebut disampaikan Iwang saat menjadi narasumber dalam acara pembinaan organisasi front Syarikat Islam Indonesia Kab. Sukabumi yang dilaksanakan di aula Sekretariat DPC SII Kab. Sukabumi Jl. Kalapanunggal KM. 04 Desa Makasari Kecamatan Kalapanunggal.
Menurut Iwang, prinsip keadilan, kesetaraan, dan persaudaraan merupakan prinsip yang dipegang teguh baik oleh sosialisme Islam maupun sosialisme Barat namun Sosialisme Islam dibangun atas dasar ketentuan atau aturan-aturan berdasarkan firman Allah SWT (Al Qur'an) dan sunnah Rasulullah SAW yang nyata.
"Tjokroaminoto memaparkan perbedaan sosialisme versi Barat dengan sosialisme dalam Islam. Sosialisme Barat menerapkan demokrasi sosialisme, yakni pemerintahan mengadopsi sistem perwakilan." Imbuh Iwang.
Lanjutnya, "Menurut Tjokroaminoto, itu bukanlah sosialisme dalam arti kata yang sebenarnya karena sistem tersebut merupakan sistem demokrasi. Dalam sistem sosialisme, seharusnya rakyat mempunyai suara langsung dalam persoalan terkait negara."
Masalah tersebut, bagi Iwang, terpecahkan dalam sosialisme Islam karena kekuasaan tidak diserahkan kepada kabinet, parlemen, atau golongan partai yang mewakili kepentingan kelompok tertentu.
"Tjokroaminoto mengatakan, undang-undang mengatur pemerintahan berasal langsung dari Tuhan sehingga tidak ada individu atau kelompok tertentu yang bisa mengubah aturan tersebut untuk kesenangan atau kepentingannya sendiri."
Iwang menutup materinya degan mengutip ungkapan Tjokroaminoto "Bagi kita orang Islam, tidak ada sosialisme atau rupa-rupa isme yang lain-lainnya yang lebih baik, lebih elok, dan lebih mulia, selain sosialisme yang berdasarkan Islam, itu saja!”
Posting Komentar