REPORTASE, TJOKROISME.NET - Setelah melewati periode kepengurusan sebelumnya, Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah Sumatera Barat kini memasuki babak baru dengan semangat pembaruan.
Pergantian kepengurusan yang berlangsung secara demokratis menandai langkah awal bagi organisasi ini untuk melakukan revitalisasi dan reaktualisasi gerakan.
Kepemimpinan baru tidak hanya bertugas melanjutkan perjuangan, tetapi juga menghadirkan gagasan segar yang lebih strategis dan visioner.
Sejak kehadirannya kembali di Sumatera Barat di tahun 2017, Pemuda Muslimin Indonesia telah melahirkan kader kader yang siap untuk melanjutkan estafet perjuangan.
Di dalam Kongres Wilayah yang dilaksanakan pada tanggal 14-15 Maret 2025 yang lalulintas di Pondok Syarikat Agam disepakatilah untuk menggawangi Pemuda Muslimin Indonesia Wilayah Sumatera Barat sebagai Ketua Wilayah saudara Abidin Sulaiman, S. Pd. M.Kom dan Sekretaris saudara Taufiqurrahman, S. Ag.
Salah satu agenda besar yang dicanangkan dalam kepengurusan kali ini adalah pendirian perguruan tinggi yang bernafaskan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Ide ini muncul dari kesadaran bahwa banyak kader Pemuda Muslim dan SEMMI yang telah menempuh pendidikan hingga jenjang S2, bahkan ada yang sedang bersiap melanjutkan ke S3.
Potensi intelektual ini harus dikelola dengan baik agar tidak hanya menjadi kekuatan individu, tetapi juga menjadi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Persiapan untuk itu sudah dilakukan jauh sebelumnya. Diawali dengan didirikannya Yayasan Pengembangan dan Pembangunan Insan Madani yang di tahun 2023 melalui Akte Nitaris Fatma Devi, SH yang telah mendapatkan pegesahan SK Menkumham.
Yayasan ini didirikan oleh kader kader SEMMI dsn Pemuda Muslim Sumbar. Saat ini diamanahkan sebagai Ketua adalah Jhon Darmis, S.Sos dan Sekretaris Engki Ariga, S.Pd.
Melalui Yayasan ini juga dibentuklah lembaga Kajian Hukum dan Kebijakan Publik Haji Agus Salim yang disingkat dengan LKH-KPA.
Sebuah lembaga yang ditujukan untuk melakukan kajian dan riset. Saat ini telah ditunjuk saudari Redni Putri Meldianto, M. Hum sebagai Direktur Eksekutif untuk memimpin lembaga ini.
Keberadaan lembaga ini juga bahagian dari memberdayakan kader Pemuda Muslim dan SEMMI yang telah menyelesaikan pendidikan mereka ditingkat S1 maupun S2.
Revitalisasi gerakan Pemuda Muslimin Sumatera Barat tidak hanya terbatas pada regenerasi kepemimpinan, tetapi juga dalam memperkuat kaderisasi, memperdalam pemahaman ideologi Islam, dan memperluas jaringan gerakan.
Dengan sumber daya manusia yang semakin berkualitas, gagasan mendirikan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk menciptakan pusat pendidikan yang mampu mencetak intelektual Muslim yang berdaya saing serta memiliki komitmen terhadap perjuangan umat dan bangsa.
Semangat baru ini menjadi bukti bahwa Pemuda Muslimin Indonesia tidak hanya hadir sebagai gerakan sosial dan politik, tetapi juga sebagai wadah yang membangun peradaban.
Dengan niat yang kuat dan strategi yang matang, cita-cita besar ini bukan sekadar wacana, tetapi sebuah langkah nyata menuju kebangkitan umat.
Posting Komentar